Goresan hati ini kubuat tulus untuk memohon maaf dari
seseorang yang di pagi hari ini telah kusakiti. Tak berniat demikian, tapi
entahlah, akupun tak mampu menorehkan kata apapun dari kejadian pagi ini. Satu
hal yang harus kau tahu, aku menyayangimu tulus hanya karena Allah semata.
Aku tahu kau terhina
dengan apa yang terjadi hari ini. Aku pun merasakan perihnya luka yang menampar
hatimu. Bila ada kepakan sayap yang mampu menerbangkan jiwaku ke singgasanamu,
maka detik kau melangkah pergi akan secepatnya kuhampiri dirimu. Bila tubuh ini
bisa terbelah dua, detik itu juga akan kupeluk dirimu seperti aku memeluknya.
Biarlah air mata ini
menjadi saksi kepiluan simalakama hari ini. Bila permohonan maaf yang telah
kuucap, meski hanya rekam suaraku yang kukirim, tak mampu mengetuk sakit yang
kau rasakan, maka biarlah angin yang akan menerbangkan permohonan maafku.
Memang ini bukan
kejadian yang pertama. Terlalu sering kondisi ini meledak dikala niat tuk
membuatmu senang, justru kecewa yang kau dapat. Bahkan penderitaan yang
membuatmu memilih pergi tanpa kata. Bila masih boleh aku meminta, semoga tak
kau putuskan jalinan ini. Aku menyayangimu tulus karena memang aku sayang
padamu. Hanya Allah yang Maha Mengetahui kesemua ini.
Aku percaya apa yang
terjadi itu pastilah Allah akan menyematkan sebuah rahasia indah. Apapun
rahasia tersembunyi dari kejadian hari ini, satu permohonanku:
Ya Allah, kuatkan
hati dirinya dengan kasih sayang-Mu ya Rabb. Kuatkanlah iman ketakwaannya, dan hadiahkan
untuknya surga yang terindah. Aamiin...
Inilah goresan kasih
yang kuterbangkan dalam pilu simalakama ini. Dan aksara ini kan menjadi saksi
bahwasanya aku telah mengakui kesalahanku. Dan setiap kata yang kuto rehkan
adalah tulus permohonan maafku padamu. Semoga sang waktu akan mempertemukan
kembali pertautan sayang yang akan aku beri untukmu. Peluk cium kasihku untuk
yang kusakiti hari ini.
Rina Indrawati
Rina Indrawati, seorang ibu rumah tangga yang menjadikan menulis sebagai terapi jiwa. Ada kebahagiaan tak terhingga yang dirasakannya setiap kali berhasil merangkai kata menjadi sebuah tulisan. Kebahagiaan itu pula yang mengantarkannya melahirkan dua buku solo: Rajutan Awan (2021) dan novel fiksi Rana Jelita (2024). Pengalamannya juga diperkaya dengan keikutsertaan dalam berbagai event antologi. Saat ini, Rina sedang fokus mengembangkan tulisannya di situs literasi rajutanaksara.com.
Ingin mengenal Rina lebih dekat? Jangan ragu untuk menghubunginya:
Ponsel: 08118411692
Instagram: rinaindrawati16
TikTok: rinaindrawati6
Posting Komentar untuk "Belenggu simalakama"
Yuk komennya, boleh banget kalau mau request atau yang lainnya. kami harapkan Masukan berupa kritikan dari kalian dengan bahasa yang membangun